Kamis, Februari 11, 2010

PENGOBATAN ALA HINDU

USADA

“USADA” PENGOBATAN TRADISIONAL BALI

Oleh :

Ir. I Nyoman Prastika, M.Si

I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya masih memiliki budaya

pengobatan yang ternyata cukup manjur dan masih dipercayai oleh masyarakatnya

untuk menanggulangi penyakit yang ada. Peninggalan budaya ini hendaknya tetap

dipelihara dan dilestarikan, sehingga mampu dipergunakan untuk menunjang

pembangunan manusia Indonesia seutuhnya lahir dan bathin. Dewasa ini

pengetahuan orang Bali tentang penyembuhan (usada) masih mempunyai kehidupan

yang sungguh-sungguh berhubungan dengan agama Hindu, hanya sedikit orang yang

mau mempelajari secara seksama. Hal ini disebabkan bahwa masyarakat Bali

mengalami hambatan sosio-psikologis untuk mempelajari lontar (usada dan tutur).

Karena ada wacana yang ditafsirkan dan ditransformasikan secara keliru sehingga

masyarakat merasa sungkan dan ragu serta takut untuk mempelajari teks lontar.

Misalnya adanya wacana aywa wera (pengendalian diri atau agar hati-hati) dalam

belajar, hal ini diartikan tidak boleh diberitahu atau dipelajari.

Pengobatan tradisional Bali (usada) yang dikenalkan oleh para leluhur

merupakan ilmu pengetahuan penyembuhan yang dijiwai oleh nilai-nilai agama

Hindu. Sukantra (1992) menyatakan, usada adalah ilmu pengobatan tradisional Bali,

yang sumber ajarannya terdapat pada lontar. Lontar masalah pengobatan di Bali

dapat dibagi menjadi dua golongan yakni golongan lontar usadha dan

lontar tutur (Nala, 2002). Di dalam lontar tutur (tatwa) berisi tentang ajaran

aksara gaib atau wijaksara. Ajaran anatomi, phisiologi, falsafah sehat-sakit,

padewasaan mengobati orang sakit, sesana balian, tatenger sakit. Sedangkan di

dalam Lontar Usada berisi tentang cara memeriksa pasien, memperkirakan penyakit

(diagnosa), meramu obat (farmasi), mengobati (terapi), memperkirakan jalannya

penyakit (prognosis), upacara yang berkaitan tentang masalah pencegahan

(preventif), dan pengobatan (kuratif). Lebih Lanjut dalam Lontar Usada Taru

Pramana dijelaskan bahan obat yang berasal dari tumbuh-tumbuan. Di dalam usada

ini secara mitologi tumbuh-tumbuhan itu dapat berbicara dan menceritrakan khasiat

dirinya. Pengobat tradisional Bali yang betul-betul mempelajari usada disebut

Balian usada.

1.2 Pengertian Usada dan Balian

Usada adalah pengetahuan pengobatan tradisional Bali, sebagai sumber konsep

untuk memecahkan masalah di bidang kesehatan. Dengan menguasai konsep usada

tersebut dan memanfaatkannya dalam kerangka konseptual di bidang pencegahan,

pengobatan, rehabilitasi serta penelitian berguna untuk mengembangkan ilmu

pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.

Kata usada berasal dari kata ausadhi (bhs. Sansekerta) yang berarti tumbuhtumbuhan

yang mengandung khasiat obat-obatan (Nala, 1992:1). Kata usada ini

tidaklah asing bagi masyarakat di Bali, karena kata usada sering dipergunakan dalam

percakapan sehari-hari dalam kaitan dengan mengobati orang sakit.

Menurut Sukantra (1992:124) menyatakan usada adalah ilmu pengobatan

tradisional. Masyarakat di Bali masih percaya bahwa pengobatan dengan usada

banyak maanfaatnya untuk menyembuhkan orang sakit.

Balian adalah pengobat tradisional Bali yakni, orang yang mempunyai

kemampuan untuk mengobati orang sakit. Kemampuan untuk mengobati ini

diperoleh dengan berbagai cara yaitu :

1. Jenis balian berdasarkan pengetahuan yang diperoleh :

• Balian katakson adalah balian yang mendapat keahlian melalui taksu.

Taksu adalah kekuatan gaib yang masuk kedalam diri seseorang dan

mempengaruhi orang tersebut, baik cara berpikir, berbicara maupun

tingkah lakukannya. Karena kemasukan taksu inilah orang tersebut

mampu untuk mengobati orang yang sakit.

• Balian kapican adalah orang yang mendapat benda bertuah yang dapat

dipergunakan untuk menyembuhkan orang sakit. Benda bertuah ini

disebut pica. Dengan mempergunakan pica yang didapatkan balian

tersebut mampu menyembuhkan penyakit.

• Balian usada adalah seseorang dengan sadar belajar tentang ilmu

pengobatan, baik melalui guru waktra, belajar pada balian, maupun

belajar sendiri melalui lontar usada.

• Balian campuran adalah balian tatakson maupun balian pica yang

mempelajari usada.

2. Jenis balian berdasarkan tujuannya :

• Balian panengen (baik)

• Balian Pangiwa (jahat)

3. Jenis balian berdasarkan profesi :

• Lung (patah tulang)

• Manak (beranak)

• Apun (lulur)

• Wuut (urut)

• Kacekel (pijat)

II.SEHAT DAN SAKIT

2.1 Tri Murti

Manusia disebut sehat, apabila semua sistem dan unsur pembentuk tubuh

(panca maha bhuta) yang berhubungan dengan aksara panca brahma (Sang, Bang,

Tang, Ang, Ing) serta cairan tubuhnya berada dalam keadaan seimbang dan dapat

berfungsi dengan baik. Sistem tubuh dikendalikan oleh suatu cairan humoral.

Cairan humoral ini terdiri dari tiga unsur yang disebut dengan tri dosha (vatta=unsur

udara, pitta=unsur api, dan kapha=unsur air).

Tiga unsur cairan tri dosha (Unsur udara, unsur api, dan unsur air) dalam

pratek pengobatan oleh balian dan menurut agama Hindu di Bali (Siwasidhanta), Ida

Sang Hyang Widhi atau Bhatara Siwa (Tuhan) yang menciptakan semua yang ada di

jagad raya ini. Beliau pula yang mengadakan penyakit dan obat. Dalam beberapa

hasil wawancara dengan balian dan sesuai dengan yang tertera dalam lontar (Usada

Ola Sari, Usada Separa, Usada Sari, Usada Cemeng Sari) disebutkan siapa yang

membuat penyakit dan siapa yang dapat menyembuhkannya. Penyakit itu tunggal

dengan obatnya, apabila salah cara mengobati akan menjadi penyakit dan apabila

benar cara mengobati akan menjadi sembuh (sehat). Secara umum penyakit ada tiga

jenis, yakni penyakit panes (panas), nyem (dingin), dan sebaa (panas-dingin).

Demikian pula tentang obatnya. Ada obat yang berkasihat anget (hangat), tis (sejuk),

dan dumelada (sedang). Untuk melaksanakan semua aktifitas ini adalah Brahma,

Wisnu, dan Iswara. Disebut juga dengan Sang Hyang Tri Purusa atau Tri Murti

atau Tri Sakti wujud Beliau adalah api, air dan udara. Penyakit panes dan obat

yang berkasihat anget, menjadi wewenang Bhatara Brahma. Bhatara Wisnu bertugas

untuk mengadakan penyakit nyem dan obat yang berkasihat tis. Bhatara Iswara

mengadakan penyaki sebaa dan obat yang berkasihat dumelada.

Penyakit seperti kita ketahui, tidaklah hanya merupakan gejala biologi saja,

tetapi memiliki dimensi yang lain yakni sosial budaya. Menyembuhkan suatu

penyakit tidaklah cukup hanya ditangani masalah biologinya saja, tetapi harus

digarap masalah sosial budayanya. Masyarakat pada umumnya mencari pertolongan

pengobatan bukanlah karena penyakit yang patogen, tetapi kebanyakan akibat

adanya kelainan fungsi dari tubuhnya. Masyarakat di Bali masih percaya bahwa

pengobatan dengan usada banyak maanfaatnya untuk menyembuhkan orang sakit.

Walaupun telah banyak ada Puskesmas tersebar merata di setiap kecamatan, tetapi

berobat ke pengobat tradisional Bali (balian) masih merupakan pilihan yang tidak

dapat dikesampingkan begitu saja baik bagi orang desa maupun orang kota.

2.2 Jenis Penyakit

Penyakit secara umum dapat dibedakan atas dua macam yaitu :

1. Penyakit Sekala (Penyakit naturalistik) :

• Dalem (Penyakit Dalam)

o Penyakit Panas

o Penyakit Panas-Dingin

o Penyakit Dingin.

• Barah (Bengkak local)

• Mokan (Badan bengkak dan sakit)

• Buh (perut bengkak dan berair)

• Pemali (Sakit seperti ditusuk-tusuk)

• Sula (Sakit melilit di perut atau kolik)

• Sirah (sakit kepala, pusing)

• Kulit (Penyakit kulit)

• Tuju (Rematik, bengkak berpindah)

• Tiwang (Sakit ngilu atau kejang)

• Upas (Gatal dari dalam badan atau luar badan)

2.3.Penyakit Niskala (Penyakit Personalistik)

• Leyak (Penyakit disebabkan oleh manusia yang dilihat lain)

• Desti (Penyakit dengan mempergunakan media milik yang akan dituju)

• Teluh (Penyakit yang disebabkan oleh makhluk mirip manusia seperti

bayangan, dll)

• Papasangan (Penyakit disebabkan oleh benda yang berkekuatan magis di

tanam di tempat orang yang dituju)

III. PENGOBATAN

3.1 Serana dan Tamba

Pengobatan yang dilakukan oleh Balian di Bali dikenal dengan istilah

Tatambaan, dimana Tamba berarti obat (ubad). Dalam prosesi pembuatan obat oleh

balian ada dua hal yang perlu mendapat perhatian yakni serana dan tamba. Tamba

adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyembuhkan orang sakit,

pada umumnya terdiri dari ramuan tumbuh-tumbuhan. Sedangkan serana adalah

merupakan alat penghubung antara kekuatan Balian dengan penyebab penyakit yang

ada pada pasien. Obat yang diberikan oleh orang biasa tanpa disertai dengan

kekuatan gaib, maka dikatakan bahwa obat itu tanpa serana. Tamba dan serana

merupakan satu kesatuan sebagai suatu alat untuk menyembuhkan orang yang sakit.

Keduanya saling menunjang agar dapat berfungsi maksimal.

3.2 Bahan obat

1. Penyakit Sekala :

Bahan Obat :

Taru (tanaman)

Sato atau Buron (binatang)

Yeh atau Toya (air)

Sarana pertiwi (garam, mineral)

Madu, susu, arak, tuak, dan brem.

Bentuk Obat :

Padet (padat)

Enceh (cair)

Belek (setengah padat-cair)

Cara Pembuatan :

Ulig (digerus)

Pakpak (dikunyah)

Lablab (direbus)

Goreng (digoreng)

Nyahnyah (dioseng)

Tambus (dimasukkan diabu panas)

Tunu (dipanggang)

Cara Penggunaan :

Obat dalam :

• Tetes (diteteskan)

• Tutuh (dimasukkan melalui hidung)

• Loloh (diminum)

Obat luar :

• Oles (dioleskan)

• Boreh (dilulur)

• Simbuh (disembur)

• Uap (diurapkan)

• Usug (dikompres)

• Ses (pembersihan luka)

• Limpun (diurut)

• Kacekel (dipijat)

• Tampel (ditempel).

Khasiat obat :

Anget (panas)

Tis (dingin)

Dumalada (sedang).

2. Penyakit Niskala :

Dengan mempergunakan prana (energi) melalui :

Meditasi

Menghidupkan chakra.

Menghidupkan aksara dalam diri

Dengan dasa bayu

Dengan kanda pat.

Dan Lain Sebagainya.

3.3. Jenis Penyakit dan Pengobatan

 Penyakit Kulit

1. Tilas Naga.

Bahan Obat :

Obat Luar :

• Kules lelipi (kulit ular), Daun Nasi-Nasi, Injin, Kunyit, Hati ayam

Bihing (merah) dibakar.

Cara Pembuatan :

• Semua bahan obat tersebut di gerus (Ulig) ditambah air panas, setelah

itu disaring. Air saringannya ditambahkan bedak. Dipakai sebagai

bedak pada kulit yang sakit.

Obat Dalam :

• Lunak (asem), Gula Bali, Kunyit (kunir), Madu.

Cara Pembuatan :

Kunyit (kunir) dikikih (diparut), lunak, gula bali, dan madu di gerus

dan ditambahkan air angat satu gelas kemudian disaring. Air

saringannya diminum 3 X sehari (Pagi, Sore, dan Malam).

2.Tilas Bunga.

Bahan Obat :

Obat Luar :

Jahe, Kunyit (kunir), Kencur, kerikan pohon cempaka, jajan begina

matah dibakar, air cuka.

Cara Pembuatan :

Jahe, Kunir, Kencur, Kerikan Pohon Cempaka, Jajan begina digerus

(ulig) ditambah air cuka kemudia disaring. Air saringan dipakai obat

Oles pada kulit yang sakit.

Obat Dalam :

• Padang Sendok, Lamongan, Temu-temu, madu, jeruk Nipis.

Cara Pembuatan :

• Padang Sendok, Lamongan digerus ditambahkan air angat satu gelas

kemudian airnya diperas. Air perasan ditambahkan air jeruk nipis dan

madu, diminum 3 kali.

3. Penyakit Lepra :

Bahan Obat :

Hong taen sapi, hong tiing, hong telagi, hong dedalu, hong bulan,

buni selem, umbi game, lunak tanek selem, cuka belanda, wiski.

Cara Pembuatan :

Hong taen sapi, hong tiing, hong telagi, hong dedalu, hong bulan,

buni selem, umbi game, lunak tanek selem, semua bahan tersebut

digerus sampai halus kemudian disaring dan ditambahkan cuka

belanda, dan wiski.

• Catatan dilakukan pembersihan (lukat) di Pemuhun (tempat

Pembakaran jenazah; dan disertai dengan mengaturkan caru.

4. kusta, bulenan (kurap), dan Lepra.

Bahan Obat :

Obat Dalam :

Buah jebug + Kakap Sedah + Buah Base + Gambir

Cara Pembuatan :

Buah jebug + Kakap Sedah + Buah Base + Gambir digerus

sampai alus kemudian ditambahkan air panas secukupnya

disaring; airnya diminum satu sendok makan setiap hari 3 kali

(Pagi, Siang, dan Sore).

Obat Luar :

Kakap sedah + Jahe + Isen Kapur + Kesune Jangu + Akah Paku

Dukut + Inan Kunyit.

Cara Pembuatan :

Kakap sedah + Jahe + Isen Kapur + Kesune Jangu + Akah Paku

Dukut + Inan Kunyit semuanya digerus dipakai boreh.

5. Alergi Kulit

Bahan Obat :

Kakap Base + Inan Kunyit + Dakep-dakep

Cara Pembuatan :

Kakap Base + Inan Kunyit + Dakep-dakep digerus kemudian

ditambahkan air panas disaring diminum sebagai loloh.

 Penyakit Saluran Pernapasan

1. Bengek (Sulingan)

Bahan Obat :

Air Bungkak (kelapa Muda), Daun Kesimbukan, Daun Pancar Sona,

Sari Kuning, Air Damuh.

Cara Pembuatan :

Air Bungkak (kelapa Muda), Daun Kesimbukan, Daun Pancar Sona,

Sari Kuning direbus. Airnya disaring ditambahkan air Danuh dipakai

Tutuh (obat masuk melalui hidung).

2. Batuk Kering

Obat Dalam :

Bahan Obat :

Bunga belimbing Buluh, Daun Pancar Sona, Bawang Metambus,

Daun Sulasih mihik, Kencur. Jeruk nipis.

Cara Pembuatan :

Bunga belimbing Buluh, Daun Pancar Sona, Bawang Metambus,

Daun Sulasih mihik, Kencur ditumbuk dimasukkan dalam kantong

plastic kemudian dikukus setelah itu diperas. Air perasannya

ditambahkan jeruk nipis diminum 3 X dalam sehari.

Obat Luar :

Bahan Obat :

Biji Nangka, Mesui, Jebuharum, jahe

Cara Pembuatan :

Biji Nangka, Mesui, Jebuharum, jahe digerus (ulig) ditempelkan pada

dada (ulu hati).

3. Kohkohan (Batuk Berdahak)

Obat Dalam

Bahan Obat :

Daun Belimbing Besi, Kunir, Kulit Kelapa Ditambus, Bawang

ditambus, Lunak.

Cara Pembuatan :

Daun Belimbing Besi, Kunir, Kulit Kelapa Ditambus, Bawang

ditambus, Lunak. Digerus (ulig) ditambahkan air Panas, kemudian

disaring. Air saringannya diminum.

Obat Luar

Bahan Obat :

Bungkil Biu dang saba, Bawang metambus, kepik Waru, minyak

kelapa bali.

Cara pembuatan :

Bungkil Biu dang saba, Bawang metambus, kepik Waru digerus

kemudian ditambahkan minyak kelapa bali dipakai obat tempel pada

tulang Gihing.

4. Penyakit saluran Pernapasan

Bahan Obat :

Obat Luar :

Liligundi Sekemulan + Kesuna Jangu + Kencur + Beras

Cara Pembuatan

Liligundi Sekemulan + Kesuna Jangu + Kencur + Beras digerus

sampai alus ditambahkan air panas secukupnya.

5. Penyakit batuk Berdarah

Bahan Obatnya :

• (Jahe Pahit + Jeruk Nipis + Minyak Dehe digunakan sebagai

loloh).

 Penyakit Perut

1. Buh (Perut Membesar)

Bahan Obat :

Biji Tabu (waluh), Pepaya matang, Kentang, Wortel, ½ sendok cuka,

½ sendok brem, ½ kecap manis.

Cara Pembuatan :

Biji Tabu (waluh) dinyanyah kemudian digerus, Pepaya matang,

Kentang, Wortel dikihkih kemudian dikukus airnya diambil

ditambahkan ½ sendok cuka. ½ sendok brem, ½ kecap manis, lalu

diminum untuk obat.

2. Mag.

Bahan Obat :

Obat Dalam :

Ketela Bun (rambat), Garam sedikit, Air Titisan.

Cara Pembuatan :

Ketela Bun (rambat) diparut, ditambahkan Garam sedikit, Air Titisan

kemudian dimakan sehari empat kali.

Obat Luar

Bahan Obat :

Kulit manggis, Kesuna Jangu, Abu (arang), minyak kelapa bali.

Cara Pembuatan :

Kulit manggis, Kesuna Jangu, Abu (arang) digerus sampai halus

kemudian ditambahkan minyak kelapa bali ditempelkan pada ulu

hati.

3. Perut Panas dan Atau dingin karena infeksi.

Bahan Obat : Bidara Upas

Cara Pembuatan :

• Bidara Upas Direndam Dengan Air Panas, setelah dingin diminum

dengan dosis tiga gelas dalam satu hari.

4. Berak Darah

Bahan Obatnya :

• Sri Kaya Masak + Es Batu sampai dingi, kemudian dimakan.

• Babakan Jati + Bawang Adas + asaban Cenana digerus sampai

alus kemudian disaring dijadikan loloh.

5. Perut Sakit :

Bahan Obat :

• Kerikan Buah + Kerikan Gedang + Bangle Tiga Iria + Uyah

Areng.

Cara Pembuatan :

• Kerikan Buah + Kerikan Gedang + Bangle Tiga Iria + Uyah

Areng dipapak disimbuhkan dibagian perut yang sakit.

Sakit Tulang

Bahan Obat :

Obat Luar :

Akar Kayu Tulang, Akar Sambung Tulang, Akar kayu Tiwang, Akar

liligundi, kelapa ental, sindrong jangkep.

Cara Pembuatan :

Akar Kayu Tulang, Akar Sambung Tulang, Akar kayu Tiwang, Akar

liligundi, kelapa ental, sindrong jangkep digerus kemudian digoreng

dipakai untuk boreh pada bagian yang sakit.

• Bata merah digambar dengan Ongkara dipanaskan dan diatasnya diisi

daun liligundi secukupnya dan diinjak dengan kaki yang sakit sampai

keluar air pada kaki yang sakit.

Obat Dalam :

Daun Paye Puuh, Kuncuk Pule, Daun Ginten Cemeng, Temukus,

akah kayu angket, temu ireng, jahe pahit

Cara Pembuatan :

Daun Paye Puuh, Kuncuk Pule, Daun Ginten Cemeng, Temukus,

akah kayu angket, temu ireng, jahe pahit digerus kemudian

ditambahkan air panas secukupnya dan disaring. Air saringannya

diminum 3 kali dalam sehari.

Sakit Kepala.

1. Puruh atau Belahan

Obat Luar :

• kulit telur ayam, daun sembung, mesui, cekuh nunggal, buah base,

daun dagdag.

Cara Pembuatan :

• kulit telur ayam, daun sembung, mesui, cekuh nunggal, buah base

digerus sampai halus kemudian ditempelkan pada kepala ditutup

dengan daun dagdag. Catatan dalam pengobatan tidak boleh kena

asap, merokok, kena air. Dan untuk obat urutnya dipergunakan

bawang merah, kayu putih, limo diurut pada tulang belakang (tulang

gihing).

2. Obat Rambut Rontok

Bahan Obatnya :

Obat Luar :

Kelabet, daun langir, daun mangkok, lidah buaya, putih semangka

pusuh.

Cara Pembuatan :

Kelabet, daun langir, daun mangkok, lidah buaya, putih semangka

pusuh di lablab kemudian disaring, airnya dimasukkan ke dalam botol

ditutup kemudian didinginkan dalam air baru dipakai dikepala sampai

kena kulit kepala.

Obat Dalam :

Daun jempiring, gula bali,

Cara Pembuatan :

Daun jempiring, gula bali digerus kemudian disaring diminum.

Penyakit Pada Wanita

1. Keputihan

Bahan Obat :

Obat Luar :

Daun keliki, kulit manggis, bawang merah.

Cara Pembuatan :

Daun keliki, kulit manggis, bawang merah digerus ditempelkan pada

perut.

Obat Dalam :

Akah kemogan, tain yeh, umbi ikose (sejenis isen).

Cara Pembuatan :

Akah kemogan, tain yeh, umbi ikose (sejenis isen) digerus dan

ditambahkan air panas secukupnya kemudian disaring dan diminum

sebagai loloh.

2. Datang Bulan Tak Lancar.

Bahan Obat :

Obat Luar :

• temako, lunak, minyak tandusan

Cara Pembuatan :

temako, lunak, minyak tandusan digerus ditempelkan pada pusar pada

malam hari.

Obat Dalam :

daun isen, gula bali, akah biu dang saba, blangsah buah, sari kuning.

Cara Pembuatan :

daun isen, gula bali, akah biu dang saba, blangsah buah, sari kuning

digerus kemudian ditambah air panas dan disaring, airnya diminum

untuk obat.

3. Vagina Sakit

Bahan Obat

Obat Luar :

• untuk Mandi : daun candi late direbus untuk air mandi.

• Untuk oles : jagung muda, gadung cina, buah kem, umbi ilak, daun

ilak, semuanya direbus disaring kemudian ditambahkan dengan

perbandingan 1 : 1 air mawar.

Sakit Gigi

1. Sakit Gigi tidak ada ocel

Bahan Obat :

a. Untuk gosok gigi : Getah kamboja ditambah odol atau garam

b. Obat kumur : Babakan ental, garam direbus, air rebusan dipakai kumurkumur.

c. Obat oles : Daun kayu anyeket, daun tabia lombok, hatin bawang, air

cendana semua bahan digerus sampai halus.

2. Sakit Gigi Yang Berlubang

Bahan Obat :

arang Kau-kau, sembung, trusi.

Cara Pembuatan

• arang Kau-kau, sembung, trusi digerus ditambahkan air panas

dijadikan obat kumur.

3. Sakit Gigi

Bahan Obat :

• Jahe Pahit + Jeruk Nipis + Minyak Dehe + Boton Tuwung

Kanji yang Tua.

Cara Pembuatan :

• Jahe Pahit + Jeruk Nipis + Minyak Dehe + Botun Tuwung

Kanji yang Tua di lablab, kemudian airnya disaring dipakai

obat kumur.

• Air Lumut dipakai Kumur-Kumur.

Obat Pitalitas (Wandu)

Bahan Obat :

Obat Dalam :

• Kuning Telur ayam, air kunir 1 sendok, serbuk merica, madu

dicampur dijadikan satu dan diminum sebagai loloh.

Kuud ental, wortel, ketela. Kelapa metunu; semuanya itu

digerus kemudian dikukus, airnya diambil dijadikan loloh.

Obat Luar :

Buah Tibah dicocok dimasukkan garam, kemudian ditambus,

kemudian diinjak tepat kena cekok kaki.

• Kelapa hijau muda+27 biji merica -------- minum

• Memperenak Rasa : sari bunga pudak+madu+pijer, lalu disaring ---

Dioleskan pada kelamin.

• Menghidupkan Penis : Lawos 3 iris+bawang Tunggal 7 iris+daun

jeruju dijadikan loloh + Tuak ----minum.

Obat Luka

Bahan Obat :

Minyak Alu, Yeh Lunak, Yeh Jeruk Purut, dipakai obat oles luka.

Isen, Batang jepun di lablab atau ditambus airnya dipakai obat

oles.

Penyakit Mata

1. Mata Merah :

Bahan Obat :

Air Batang Simbukan, Umbi tunjung, air kakap.

Cara Pembuatan :

Umbi Tunjung ditambus , ditambah air batang simbukan dan air

kakap kemudian disaring; airnya dijadikan obat tetes.

• Air rebusan daun Kelor dipakai air mencuci mata setiap bangun

pagi.

2. Mata Tumbuhan (ada daging di dalam mata)

Bahan Obatnya :

• Darah Bulu ekor ayam, Darah Ekor lindung dipakai obat tetes

mata.

Gangguan Saluran Kencing

1. Kencing Darah

Bahan Obatnya :

• Semangka + Gula Batu

Cara Pembuatan :

• Semangka dicocok sampai berlubang kemudian dimasukkan gula

batu didiamkan selama satu hari, kemudian air semangka itu

diminum untuk obat.

2. Kencing Batu

Bahan Obatnya :

• Kelungah Nyuh Mulung + Bunga Gedang Renteng + Bawang

Adas + Bulih Sutra + Jeruk Nipis.

Cara Pembuatan :

• Kelungah Nyuh Mulung dilobangi dan dimasukkan Bunga

Gedang Renteng + Bawang Adas + Bulih Sutra + Jeruk Nipis,

kemudian didadah sampai matang. Airnya diminum lebih kurang

dengan dosis 2 sampai 3 kelapa dalam sehari.

3. Penyakit Kencing Manis

Bahan Obatnya :

• Widara Upas + Jahe Pahit + Jeruk Nipis + Sambi Roto + Bidara

Upas.

Cara Pembuatan :

• Widara Upas + Jahe Pahit + Jeruk Nipis + Sambi Roto + Bidara

Upas direbus sampai mendidih dan air tinggal sepertiganya,

kemudian disaring. Air saringannya diminum sebagai obat.

Penyakit Asam Urat

Bahan Obat :

Obat Luar :

• Babakan Juwet + Babakan Book + Babakan Jepun + Pomor

Bubuk + Kesuna Jangu + Isen Pabuan + Air Cuka.

Cara Pembuatan :

• Babakan Juwet + Babakan Book + Babakan Jepun + Pomor

Bubuk + Kesuna Jangu + Isen Pabuan digerus sampai alus

kemudian ditambahkan air panas secukupnya disaring kemudian +

Air Cuka.

Obat Bengkak

Bahan Obatnya :

• Jabug Arum 3 Biji + Inan Kunyit + Temutis

Cara Pembuatan :

• Jabug Arum 3 Biji + Inan Kunyit + Temutis di kunyah sampai

alus kemudian disimbuhkan pada tempat yang bengkak.

Darah Kotor

Bahan Obat :

• Buah Menori (di ambil bijinya yang muda) + Pancar Sona

Sekembulan.

Cara Pembuatan :

• Buah Menori (di ambil bijinya yang muda) + Pancar Sona

Sekembulan di Gerus Sampai Alus ditambahkan air panas

secukupnya, kemudian disaring. Diminum sebagai loloh.

Obat Jerawat

Bahan Obatnya :

• Kakap Tabia Bun + Kesuna Jangu + Akah Paku Jukut + Inan

Kunyit.

Cara Pembuatan :

• Kakap Tabia Bun + Kesuna Jangu + Akah Paku Jukut + Inan

Kunyit di gerus sampai alus dijadikan boreh (bedak) pada Jerawat.

sumber topik : disini


Related Articles



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih, komentar anda sangat berarti bagi Blogputrasekarbali. Isi pendapat anda tentang blog ini di Testimoni.

Link Sahabat Putrasekarbali

BANNER SAHABAT

Buat Sobat yang mau pasang Banner di sini, silahkan tinggalkan alamat banner anda di buku tamu atau di kolom komentar blog ini, buat yang sudah pasang bannernya disini, terimakasih dan salam persahabatan dari Putrasekarbali


BLOGPUTRASEKARBALI © Putrasekarbali Melajah Ngae blog, pang sing orahange blog, nu masi blog