Jumat, April 16, 2010

istilah – istilah dalam hindu

1. EKA WARA :

Perhitungan jangka waktu yang terdiri dari satu hari atau hari yang satu, yaitu “ Luang” . Dewanya Sanghyang Taya. Urip/Neptu ( 1 )

2. EKA AKSARA:

Huruf tunggal. Merupakan Simbul Ida Sanghyang Widhi. Suaranya “ OM ”.

3. EKA DASA AKSARA:

Sebelas huruf. Dalam Doa Mantra Pancaksara sering digabung dengan PancaBrahma Wijaksara dan di tambah “ OM ” sehingga berbunyi:

1. OM = Untuk menyebut Ida Sanghyang Tunggal.

2. SA = Sanghyang Sadyojata, manisfestasi Tuhan yang menjaga alam bagian Timur.

3. BA = Sanghyang Bamadewa, manifestasi Tuhan yang menjaga alam bagian Selatan

4. TA = Sanghyang Tat Purusa, manifestasi Tuhan yang menjaga alam di bagian Barat.

5. A = Sanghyang Aghora, manifestasi Tuhan yang menjaga alam di bagian Utara.

6. I = Sanghyang Isana, manifestasi Tuhan yang menjaga alam di Tengah-Tengah.

7. NA = Sanghyang Mahesora,manifestasi Tuhan yang menjaga alam di Tenggara.

8. MA = Sanghyang Rudra, manifestai Tuhan yang menjaga alam di bagian Barat Daya.

9. CI­ = Sanghyang Sangkara, manifestasi Tuhan yang menjaga alam di Barat Laut.

10. WA = Sanghyang Sambhu, manifestasi Tuhan yang menjaga alam di Timur Laut.

11. YA = Sanghyang Ciwa, manifestasi Tuhan yang menjaga alam di Tengah-Tengah.

4. EKA DASA GOLAKA:

Sebelas macam alat yang terpenting untuk meralisasi proses dari pada alam pikiran di dalam badan/sarira manusia yaitu:

1. Telinga atau Srotendriya berfungsi untuk Mendengar.

2. Kulit atau Twakendriya berfungsi untuk Merasa

3. Mata atau Cakswendriya berfungsi untuk Melihat.

4. Lidah atau Jinwendriya berfungsi untuk Mengecap.

5. Hidung atau Gnranendriya berfungsi untuk Mencium.

6. Otak atau Rejendriya berfungsi untuk Berfikir.

7. Bibir/Mulut atau Wakindriya berfungsi untuk Berkata.

8. Tangan atau Panindriya berfungsi untuk Mengambil.

9. Kaki atau Panendriya berfungsi untuk Berjalan.

10. Dubur atau Paywindriya berfungsi untuk Buang Kotoran.

11. Alat-Alat Kelamin atau Upasthendriya/Bhagendriya berfungsi untuk Hubungan Kelamin.

5. EKA DASA RUDRA:

Upacara “ Bhuta Yadnya” yang paling besar yang ditujukan kepada kesebelas “ Rudra” dilaksanakan setiap Seratus Tahun Sekali di Pura Besakih.

6. EKAM EVA ADWITYAM BRAHMAN:

Tuhan hanya Satu tidak ada duanya.

7. EKA JALA RASI:

Penunggalan Pepalihan Perlintangan, mengenai hari baik dan hari buruk.

8. EKO NARAYANAD NADWITYO ASTI KASCIT :

Tuhan adalah Tunggal tidak ada yang kedua.

9. EKA PRAMANA:

Satu kekuatan. Tumbuh-tumbuhan di sebut memiliki satu kekuatan yaitu “ Bayu “.

10. EKAM SAT WIPRAH BAHUDA WADANTI:

Tuhan hanya satu, orang bijaksana menyebutnya dengan banyak nama.

11. EKA SATA:

Seekor ayam. Dalam istilah Eka Sata di maksudkan Upacara “ Bhuta Yandya “ yang menggunakan seekor ayam, misalnya:

1. Caru Pengruak memakai ayam “ Brumbun “

2. Caru Dengen memakai ayam “ Putih Mulus “

3. Caru Prete memakai ayam “ Wiring / Merah “

4. Caru Ananta Suksma, memakai ayam “ Putih Siyungan “

5. Caru Bicaruk memakai ayam “ Hitam “.

12. EKA SUNGSANG:

Salah satu cara untuk menentukan perhitungan bulan Purnama dan bulan Mati/ Tilem.

13. BHINEKA TUNGGAL IKA:

Berbeda-beda tetapi tetap satu.

14. BHINEKA TUNGGAL IKA TAN HANA DHARMA MANGRWA:

Berbeda-beda tetapi tetap satu. Tidak ada kebenaran yang mendua.

15. BINA WAKYA EKA CRUTI:

Lain cara menyebutnya artinya “ satu “.



II. DWI/RWA
1. Dwi Wara  :
Hari Pasaran Dua, yaitu :

    • Menga. Dewanya Sanghyang Kalima, urip/Neptu ( 5 )
    • Pepet. Dewanya Sanghyang Timira. Urip/Neptu ( 4 )


2.Dwi Aksara :
Dua huruf suci yang melambangkan roroning atunggal. huruf itu berbunyi :
  • Ah –Ang ( Maknanya dalam kehidupan )
  • Ang- Ah ( Maknanya dalam kematian )
3.Dwi Bina Lingga Eka Sruti :
Kata majemuk yang asal katanya berbeda, tetapi artinya sama. Misalnya: Merah Padam = Barak Mekerag, Kurus Kering = Berag tegreg.
4.Rwa Bhineda:
Dua hal yang berbeda/berlawanan. Misalnya : Suka Duka, Hidup Mati.
Mottonya : Rwa Bhineda tan Wenang Pasah.
5. Rwa Bhineda :
Dua unsur yang berlawanan, yaitu :
  • Purusa        = Bapak
  • Predhana    = Ibu
6.Rwa Bhineda :
Dua unsur yang berlawanan, tetapi mempunyai persamaan keutamaan dan merupakan asal mula dari segala yang ada yaitu :
  • Cetana = Purusa = Adam =Kejiwaan
  • Acetana=Prakerti = Hawa = Kebendaan
7.Dwi Marga :
Dua jalan/terapan dalam Agama hindu untuk mencapai tujuan, yaitu :
  1. Nirwrtti Marga = Jalan untuk mencapai kesejahteraan rokhani dimana aspek Sorga dan Moksa menjadi cita-cita hidup menurut Agama Hindu. Di dalam istilah politik disebut Agama Langit.
  2. Prawrtti Marga: Jalan untuk mencapai pemenuhan tujuan hidup jasmani sebagai manusia hidup bermasyarakat dengan berbagai macam tantangan. di isitlah politik disebut : Agama bumi.
8.Dwi Marga :
Ada dua jalan untuk mendekat kepada tuhan, yaitu :
  1. Dewa Yana = Dasar Bhakti Susila ( jnana ).
  2. Pitra Yana = Dasar Bhakti dengan simbolis, seperti upakara bebanten.
9. Dwi Jati :
Lahir dua kali, yaitu:
  1. Lahir dari rahim Ibu
  2. Lahir dari kegelapan ( awidya) setelah didiksa
10.Dwi jihwa :
Lidah bercabang/berbelah dua. ular lidahnya bercabang/ berbelah dua.
11.Dwijawara :
Brahmana/Pendeta utama/kenamaan/tertinggi.
12.Dwipantara :
Pulau Lain.
13.Dwi Pramana :
Dua kekuatan yang terdapat dapa binatang, yaitu :
  1. Bayu = kekuatan/ tenaga
  2. Sabda= bunyi.
14.Tan Hana Dharma Mangrwa :
Tak Ada kebenaran mendua.
15.Dwi Winyaka :
Dua konsepsi hal bangunan temmpat suci, yaitu :
  1. Pura Besakih sebagai Purusa.
  2. Pura Batur sebagai Pradana.
16.Dwi Dasa/Dua Belas Brata :
Dua Belas Brata/ pengekangan diri yang patut ditaati oleh Sang Brahmana, yaitu :
  1. Dharma = Bebudi pekerti luhur.
  2. Satya = jujur.
  3. Tapa = Dapat mengendalikan nafsu.
  4. Dama = Tenang dan Sabar.
  5. Wimatsaritwa =Tidak dengki/ iri hati .
  6. Hrih = Mempunyai rasa malu.
  7. Titiksa = Tidak gusar.
  8. Anasuya = Tidak berbuat dosa.
  9. Dana = Memberi sedekah.
  10. Yadnya = Melakukan Pemujaan.
  11. Dhrti = Teguh Pikiran.
  12. Ksama = Suka Mengampuni.
17.Dwi Sampat :
Menurut kitab Bhagawadgita, manusia dibedakan atas dua macam tipe, yaitu:
  1. Daiwi sampat = manusia yang memiliki sifat dewa-dewa. Yang mendasari hidupnya, ialah :
              a. Abhaya = Tidak Mengenal Takut.
              b.Sattwasamsuddhi = Berjiwa Murni
              c.Jnana Wyawasthitah = Bijaksana.
              d.Danam = Dermawan.
              e.Dama = Mengusai Indriya.
              f.Yajna = Suka Beryadnya.
              g.Swadhyaya = Suka mempelajari Weda.
              h.Tapa =Taat dalam berpantang.
              i.Arjawa = Jujur.
              j.Yoga Samadji = Suka melakukan Yoga samadhi/sembahyang.
   2. Asuri Sampat = Manusia yang memiliki sifat raksasa, yang mendasari hidupnya, ialah :
              a. Dambha = Munafik, pura-pura suci tetapi hidup sebaliknya.
              b.Darpa = Sombong karena pengetahuan.
              c.Naati manita = Angkuh.
              d.Krodha = Pemarah.
              e.Purusya = Suka Mencela.
              f.Ajnanam = bodoh.
              g.Atmasambhawa = Sombong.
              h.Stabdha = Keras Kepala, Kaku.
              i. Dhanamana = Tak mau dinasehati.
              j.Madanartah = Mabuk karena Harta.
18.Dwi Dasi Pratiti :
Nama hari yang dua belas menurut peredaran bulan, yang membawa pengaruh terhadap tabiat anak yang lahir menurut pratiti yaitu :
  1. Tresna = Murah hati, karena itu ia sering kekurangan. Suka mengganggu, kurang sopan, tidak mempunyai pengikut dan tidak punya kedudukan.
  2. Uphadana = Cukup mendapat kesenangan, pemberani, murah hati, jujur. Kata-katanya menyenangkan hati, mudah mendapat pekerjaan.
  3. Bhawa = Pemberani, Hingga tua bergaul dengan keluarganya, sering mendapat kesukaran karena angkara, tidak tetap pendirian, mempunyai sifat yang gagah.
  4. Jati = Pemberani, dicintai oleh tuannya, apa yang dikatakannya , demikian dibuatnya. Banyak yang cinta karena jujur lahir bathin.
  5. Jaramarana = Pandai, suka marah, pemberanio, dicintai oleh kaum keluarganya, kemana perginya sering mendapat susah.
  6. Awidhya = Mendapat kesenangan,panjang umur. Kadang-kadang menderita buruk, tetapi lekas baik. Segala yang dikerjakannya sering berhasil baik.
  7. Samkara = Panjang Umur, kaya,banyak mempunyai sahabat, sering menderita kesusahan.
  8. Widnyana = Panjang umur, di cintai oleh Pandita, berhati iri, berhati cinta kasih, pemberani tidak pemarah, Apa yang dicita-citakan tercapai.
  9. Namarupa = Selamat, pandai bekerja, jarang sakit, banyak mempunyai musuh,karena suka menyusahkan orang lain, bisa menjadi orang kaya.
  10. Sadayatana = Suka berdebat, pandai berbicara, mempunyai cita-cita, kemana pergi mendapat selamat, jauh dari penyakit.
  11. Sparsa = Selamat , Suka berbantah, bisa kaya, mempunyai pandangan luas.
  12. Wedhana = kaya, Ahli bangunan, tingkah lakunya sopan santun, bersih suka beramal, berhati kasih sayang kepada sesamanya.


III. TRI
1. Tri Wara :
Hari Pasaran terdiri dari tiga hari, yaitu :
  1. Pasah = Dora, Dewanya Sanghyang Cika, Urip/Neptu ( 9 )
  2. Beteng = Wahya, Dewanya Sanghyang Wacika, urip/Neptu ( 4 )
  3. Kajeng = Biyantara, Dewanya Sanghyang Manacika, urip/Neptu (  7 )
2. Tri Aksara :


           Huruf suci Agama hindu, masing-masing berbunyi: 
                1. Ang = Brahma 
                2. Ung = Wisnu 
                3. Mang = Ciwa 


3. Tri Antah Karana : 

        Tiga Unsur penyebab yang mempengaruhi diri kita, yaitu : 
               1. Manas = Alam Pikiran.
               2. Budhi = Kebijaksanaan. 
               3. Ahangkara = Keakuan/egois.


4. Tri Bhoga : 


          Tiga macam kebutuhan hidup, yaitu :
              1. Bhoga         = Pemenuhan kebutuhan makanan dan minuman 
              2. Upa Bhoga  = Pemenuhan akan kebutuhan sandang ( Pakaian ).
              3. Pari Bhoga  = Pemenuhan akan kebutuhan rumah tangga dan perabot-perabotannya. 


5. Tri Capala : 


         Tiga macam kedurhakaan, seperti : 
           1. Wak Capala = Durhaka kepada Orang tua dengan mempergunakan kata-kata seperti memaki dan lain sebagainya.
           2. Hasta Cepala = Durhaka kepada Orang tua dengan menggunakan tangan, misalnya: memukul dan lain sebagainya. 
         3. Pada Capala = Durhaka kepada orang tua dengan mempergunakan kaki, misalnya menyepak dan lain sebagainya. 




6. Tri Guru : 

       Tiga Guru. Dalam hal ini di maksudkan ada tiga komponen selaku pendidik yaitu : 
          1. Guru Rupaka = Orang tua( ayah dan Ibu ) 
          2. Guru Pengajian = Para Pendidik ( Guru ). 
          3. Guru Wisesa = Pemerintah. 


7. Tri Guna : 


       Tiga Dasar sifat Manusia, yaitu : 
             1. Sattwam= Adil dan Bijaksana.
             2. Rajah= Aktif dan Dinamis. 
             3. Tamah= Malas dan Lamban. 


8. Tri Hita Karana : 


         Tiga sumber yang mendatangkan keselamatan / kebaikan, yaitu : 
              1. Parhyangan = Tempat Suci. 
              2. Palemahan = Wilayah. 
              3. Pawongan = Penduduk. 




9. Tri Kaya Parisudha : 


         Tiga gerak / perbuatan yang suci, yaitu : 
              1. Manacika = Pikiran Suci. 
              2. Wakcika= Kata-kata benar.
              3. Kayika= Perbuatan yang baik / terpuji. 


10. Tri Kahyangan : 


          Tiga tempat suci . Di masing-masing desa umat hindu di Bali terdapat Tri Kahyangan, yaitu : 
              1. Pura Puseh= Tempat Memuja Batara Wisnu, Manifestasi Ida Sanghyang Widhi sebagai pemelihara ( sthiti ).
              2. Pura Desa/Baleagung = Tempat memuja Bathara Brahma, Manifestasi Ida Sanghyang Widhi, sebagai Pencipta ( Utpati ). 
              3. Pura Dalem = Tempat memuja Bathara Ciwa, Manifestasi Ida Sanghyang Widhi sebagai Pelebur ( Pralina ). 


11. Tri Kona : 


           Lukisan segi tiga, lambang siclus Utpati, Sthiti dan Pralina. 


12. Tri Loka : 


        Tiga lapis alam , yaitu : 
              1. Bhuh Loka = Alam Manusia. 
              2. Bhwah Loka= Alam Pitara.
              3. Swah Loka = Alam Dewa-Dewa. 


13. Tri Murti : 


          Tiga perwujudan / kekuatan merupakan manifestasi Ida Sanghyang Widhi, yaitu :
               1. Brahma = Pencipta. 
               2. Wisnu = Pemelihara.
               3. Ciwa = Pelebur / Pamrelina.


14. Tri Mala Paksa : 


         Tiga hal yang tercela : 
              1. Pikiran kotor. 
              2. Kata-kata buruk. 
              3. Perbuatan jahat. 


15. Tri Semaya : 


            Tiga kurun waktu yang biasa di pergunakan untuk menilai keadaan / situasi hingga tercapai suatu kesimpulan, yaitu : 
             1. Atita               = Kurun waktu yang lampau. 
             2. Anagata          = Kurun waktu yang akan datang. 
             3. Warthamana   = Kurun waktu yang sekarang.


Bersambung…………..

Related Articles



4 komentar:

Anonim mengatakan...

hai aq mau tanya arti dari namarupa atau separsa itu apa sih? apa bisa di artikan tgl brapa? coz aq gak ngerti. maksih

putrasekarbali mengatakan...

@Anonim:Hai, terimakasih atas kunjunganya,
mengenai namarupa dan sparsa adalah nama hari menurut peredaran bulan yang mempengaruhi tabiat anak yang lahir menurut pratiti bisa dikatakan seperti ramalan dalam pawukon jadi tidak bisa di katakan tanggal berapa, mungkin bisa dikatakan wuku seperti wage,pon...dan lain sebagainya....
Terimakasih semoga dapat membantu...salam

Daniyal Ace mengatakan...

hai, aku mau tanya tentang "pratiti separsa", apa maknanya, tolong dijelaskan dgn dpt dimengerti. terimakasih...!

Anonim mengatakan...

apa arti pratiti upadana ?

Poskan Komentar

Terima kasih, komentar anda sangat berarti bagi Blogputrasekarbali. Isi pendapat anda tentang blog ini di Testimoni.

Link Sahabat Putrasekarbali

BANNER SAHABAT

Buat Sobat yang mau pasang Banner di sini, silahkan tinggalkan alamat banner anda di buku tamu atau di kolom komentar blog ini, buat yang sudah pasang bannernya disini, terimakasih dan salam persahabatan dari Putrasekarbali


BLOGPUTRASEKARBALI © Putrasekarbali Melajah Ngae blog, pang sing orahange blog, nu masi blog