Selasa, Agustus 24, 2010

Keunikan Tradisi Di Bali

Tradisi di Bali


Bali merupakan pulau yang indah dan mempunyai daya pesona yang sangat memikat serta memiliki pesona alam yang begitu indah yang harus kita syukuri. Begitu banyaknya anugerah Tuhan Yang Maha Esa atau Ida Sanghyang Widhi Wasa terhadap umatnya di Bumi.Bali selain dikenal dengan sebutan pulau seribu pura juga lebih dikenal dengan sebutan pulau Dewata di mana ke budayaan adat serta tradisi masyarakat yang beraneka ragam dan memiliki keunikannya sendiri-sendiri sehingga menambah ke keyakinan kita akan kebesaran Tuhan akan CiptaanNya serta Anugerahnya yang tiada tara kepada kita semua. Bali memiliki tradisi yang cukup banyak di antaranya:

Tradisi Ngejot

Ngejot artinya memberikan sesuatu (umumnya makanan) kepada orang lain ketika kita mempunyai hajatan atau pada saat hari raya tertentu. Mungkin hampir sama seperti di daerah lainnya di seluruh Indonesia, di Bali juga ada tradisi ngejot ini. Sebenarnya secara umum sifat orang Indonesia khususnya di Bali adalah tolong menolong dan saling berbagi, dan tradisi ngejot ini adalah salah satu bukti nyata. Tradisi ngejot di Bali bisa kita dibedakan menjadi dua yaitu ngejot ketika hari raya dan ngejot ketika seseorang memiliki hajatan atau melaksanakan suatu upacara adat/agama tertentu.Ngejot ketika hari raya seperti Galungan, Kuningan dan lainnya biasanya bersifat sukarela dan lebih menyesuaikan situasi dan kondisi. Artinya apa yang kita miliki itulah yang kita berikan pada orang lain yaitu biasanya tetangga dan kerabat serta sanak famili. Mungkin karena di saat itu hampir semua orang juga merayakan hari raya, jadi bisa dibilang ibarat bertukar kado karena biasanya saling ngejot.

Di samping itu, di daerah tertentu yang majemuk, umat beragama non Hindu juga ikut menerima jotan (barang/makanan yang diberikan waktu ngejot), begitu juga sebaliknya ketika hari raya umat lain seperti Idul Fitri, Natal, Waisak dan lainnya warga Hindu juga turut merasakannya. Betapa indahnya perbedaan bukan?

Sementara itu, ngejot ketika melaksanakan suatu upacara adat/agama seperti pawiwahan (pernikahan), mepandes/metatah (potong gigi), nelu bulanin (tiga bulanan), odalan, otonan dan lainnya sedikit berbeda. Untuk upacara yang tergolong besar seperti pernikahan, potong gigi, tiga bulanan, ngejot biasanya dilaksanakan lebih formal, isi jotan sudah diatur sedemikian rupa, daftar orang yang menerima jotan pun ada, serta yang membawakan jotan juga berpakaian adat. Isi jotan biasanya berupa sate, nasi (dengan takaran tertentu), lawar, buah dan lainnya.

Orang yang menerima jotan biasanya per kepala keluarga, yaitu tetangga, dan sanak keluarga dalam jangkauan tertentu. Orang yang menerima jotan ini juga berarti diundang untuk datang menghadiri upacara tersebut.Sedangkan untuk upacara agama yang lebih kecil seperti otonan, odalan di merajan alit (tempat suci keluarga kecil) dan lainnya, ngejot lebih dinamis seperti ngejot pada waktu hari raya agama. Tidak semua hari raya di Bali diikuti tradisi ngejot, yang sudah pasti adalah hari raya Galungan, Kuningan, Pagerwesi dan lainnya. Sedangkan hari raya Nyepi, Saraswati, dan beberapa lainnya jarang diikuti dengan tradisi ngejot.

Disini penulis ingin menjelaskan makna yang terkandung di dalam tradisi ngejot ini, jika di baca dengan seksama kita dapat menyimpulkan kalau di dalam kehidupan kita baik bernegara dan bermasyarakat tentu akan lebih indah kalau kita memiliki perbedaan, mengapa demikian contoh kecil dalam pikiran kita saja, coba kita bayangkan kalau semua bentuk pemandangan sama, budaya yang sama, bentuk bangunan yang sama semua, terus di mana ke Indahannya, tentu akan sangat membosankan dan menjenuhkan bukan ?. Jadi perbedaan atau ke aneka ragaman baik budaya dan tradisi di masing-masing wilayah di Indonesia itulah ke indahan yang sebenarnya.

Mari kita bersatu padu, tingkatkan keyakinan  kita kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pererat ikatan silahturahmi kita kepada semua umat, karena kita semua bersaudara.

Salam

Related Articles



4 komentar:

Anonim mengatakan...

Berbeda itu memang indah karena di mana ada perbedaan di situlah ke indahan yang sebenarnya.

putrasekarbali mengatakan...

@Anonim: Benar sekali sobat, dengan perbedaan itu marilah kita bersatu dan semakin perkuat ikatan silahturahmi antar umat,sekali lagi berbeda itu indah, salam

Putu Sukma Kurniawan mengatakan...

Tradisi memang harus dilestarikan... Suksma atas artikelnya

putrasekarbali mengatakan...

@Putu Sukma Kurniawan: Suksma sudah berkunjung ring blog titiang, maaf baru tiang baca komentar anda,karena kesibukan tiang belum sempat buka website, inggih patut pisan kalau bukan kita sebagai generasi penerus lalu siapa, ngiring lestariang tradisi, seni lan budaya bangsa, semoga tetap lestari.

Poskan Komentar

Terima kasih, komentar anda sangat berarti bagi Blogputrasekarbali. Isi pendapat anda tentang blog ini di Testimoni.

Link Sahabat Putrasekarbali

BANNER SAHABAT

Buat Sobat yang mau pasang Banner di sini, silahkan tinggalkan alamat banner anda di buku tamu atau di kolom komentar blog ini, buat yang sudah pasang bannernya disini, terimakasih dan salam persahabatan dari Putrasekarbali


BLOGPUTRASEKARBALI © Putrasekarbali Melajah Ngae blog, pang sing orahange blog, nu masi blog